الطور
At-Tur
The Mount
وَٱلطُّورِ
wal-ṭūri
Demi gunung (Sinai),
وَكِتَـٰبٍۢ مَّسْطُورٍۢ
wakitābin masṭūrin
dan demi Kitab yang ditulis,
فِى رَقٍّۢ مَّنشُورٍۢ
fī raqqin manshūrin
pada lembaran yang terbuka,
وَٱلْبَيْتِ ٱلْمَعْمُورِ
wal-bayti l-maʿmūri
demi Baitulma'mur (Ka'bah),1
وَٱلسَّقْفِ ٱلْمَرْفُوعِ
wal-saqfi l-marfūʿi
demi atap yang ditinggikan (langit),
وَٱلْبَحْرِ ٱلْمَسْجُورِ
wal-baḥri l-masjūri
demi lautan yang penuh gelombang,
إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَٰقِعٌۭ
inna ʿadhāba rabbika lawāqiʿun
sungguh, azab Tuhanmu pasti terjadi,
مَّا لَهُۥ مِن دَافِعٍۢ
mā lahu min dāfiʿin
tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya,
يَوْمَ تَمُورُ ٱلسَّمَآءُ مَوْرًۭا
yawma tamūru l-samāu mawran
pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya,
وَتَسِيرُ ٱلْجِبَالُ سَيْرًۭا
watasīru l-jibālu sayran
dan gunung berjalan (berpindah-pindah).
فَوَيْلٌۭ يَوْمَئِذٍۢ لِّلْمُكَذِّبِينَ
fawaylun yawma-idhin lil'mukadhibīna
Maka celakalah pada hari itu orang-orang yang mendustakan.
ٱلَّذِينَ هُمْ فِى خَوْضٍۢ يَلْعَبُونَ
alladhīna hum fī khawḍin yalʿabūna
Orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa),
يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا
yawma yudaʿʿūna ilā nāri jahannama daʿʿan
pada hari (ketika) itu mereka di dorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.
هَـٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِى كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ
hādhihi l-nāru allatī kuntum bihā tukadhibūna
(Dikatakan kepada mereka), "Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya."
أَفَسِحْرٌ هَـٰذَآ أَمْ أَنتُمْ لَا تُبْصِرُونَ
afasiḥ'run hādhā am antum lā tub'ṣirūna
Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?
ٱصْلَوْهَا فَٱصْبِرُوٓا۟ أَوْ لَا تَصْبِرُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ ۖ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
iṣ'lawhā fa-iṣ'birū aw lā taṣbirū sawāon ʿalaykum innamā tuj'zawna mā kuntum taʿmalūna
Masuklah ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.
إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍۢ وَنَعِيمٍۢ
inna l-mutaqīna fī jannātin wanaʿīmin
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,
فَـٰكِهِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَىٰهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ ٱلْجَحِيمِ
fākihīna bimā ātāhum rabbuhum wawaqāhum rabbuhum ʿadhāba l-jaḥīmi
mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka; dan Tuhan memelihara mereka dari azab neraka.
كُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ هَنِيٓـًٔۢا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
kulū wa-ish'rabū hanīan bimā kuntum taʿmalūna
(Dikatakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan."
مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ سُرُرٍۢ مَّصْفُوفَةٍۢ ۖ وَزَوَّجْنَـٰهُم بِحُورٍ عِينٍۢ
muttakiīna ʿalā sururin maṣfūfatin wazawwajnāhum biḥūrin ʿīnin
Mereka bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَـٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَـٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍۢ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌۭ
wa-alladhīna āmanū wa-ittabaʿathum dhurriyyatuhum biīmānin alḥaqnā bihim dhurriyyatahum wamā alatnāhum min ʿamalihim min shayin kullu im'ri-in bimā kasaba rahīnun
Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.
وَأَمْدَدْنَـٰهُم بِفَـٰكِهَةٍۢ وَلَحْمٍۢ مِّمَّا يَشْتَهُونَ
wa-amdadnāhum bifākihatin walaḥmin mimmā yashtahūna
Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.
يَتَنَـٰزَعُونَ فِيهَا كَأْسًۭا لَّا لَغْوٌۭ فِيهَا وَلَا تَأْثِيمٌۭ
yatanāzaʿūna fīhā kasan lā laghwun fīhā walā tathīmun
(Di dalam surga itu) mereka saling mengulurkan gelas yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan sia-sia ataupun perbuatan dosa.
۞ وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌۭ لَّهُمْ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌۭ مَّكْنُونٌۭ
wayaṭūfu ʿalayhim ghil'mānun lahum ka-annahum lu'lu-on maknūnun
Dan di sekitar mereka ada anak-anak muda yang berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.
وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ يَتَسَآءَلُونَ
wa-aqbala baʿḍuhum ʿalā baʿḍin yatasāalūna
Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa.
قَالُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِىٓ أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ
qālū innā kunnā qablu fī ahlinā mush'fiqīna
Mereka berkata, "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).
فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ
famanna l-lahu ʿalaynā wawaqānā ʿadhāba l-samūmi
Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.
إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ
innā kunnā min qablu nadʿūhu innahu huwa l-baru l-raḥīmu
Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Penyayang."
فَذَكِّرْ فَمَآ أَنتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍۢ وَلَا مَجْنُونٍ
fadhakkir famā anta biniʿ'mati rabbika bikāhinin walā majnūnin
Maka peringatkanlah, karena dengan nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila.
أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌۭ نَّتَرَبَّصُ بِهِۦ رَيْبَ ٱلْمَنُونِ
am yaqūlūna shāʿirun natarabbaṣu bihi rayba l-manūni
Bahkan mereka berkata, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya."
قُلْ تَرَبَّصُوا۟ فَإِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُتَرَبِّصِينَ
qul tarabbaṣū fa-innī maʿakum mina l-mutarabiṣīna
Katakanlah (Muhammad), "Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersama kamu."
أَمْ تَأْمُرُهُمْ أَحْلَـٰمُهُم بِهَـٰذَآ ۚ أَمْ هُمْ قَوْمٌۭ طَاغُونَ
am tamuruhum aḥlāmuhum bihādhā am hum qawmun ṭāghūna
Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-tuduhan) ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?
أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُۥ ۚ بَل لَّا يُؤْمِنُونَ
am yaqūlūna taqawwalahu bal lā yu'minūna
Ataukah mereka berkata, "Dia (Muhammad) mereka-rekanya." Tidak! Merekalah yang tidak beriman.
فَلْيَأْتُوا۟ بِحَدِيثٍۢ مِّثْلِهِۦٓ إِن كَانُوا۟ صَـٰدِقِينَ
falyatū biḥadīthin mith'lihi in kānū ṣādiqīna
Maka cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Alquran) jika mereka orang-orang yang benar.
أَمْ خُلِقُوا۟ مِنْ غَيْرِ شَىْءٍ أَمْ هُمُ ٱلْخَـٰلِقُونَ
am khuliqū min ghayri shayin am humu l-khāliqūna
Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?
أَمْ خَلَقُوا۟ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۚ بَل لَّا يُوقِنُونَ
am khalaqū l-samāwāti wal-arḍa bal lā yūqinūna
Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).
أَمْ عِندَهُمْ خَزَآئِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ ٱلْمُصَۣيْطِرُونَ
am ʿindahum khazāinu rabbika am humu l-muṣayṭirūna
Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?
أَمْ لَهُمْ سُلَّمٌۭ يَسْتَمِعُونَ فِيهِ ۖ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُم بِسُلْطَـٰنٍۢ مُّبِينٍ
am lahum sullamun yastamiʿūna fīhi falyati mus'tamiʿuhum bisul'ṭānin mubīnin
Atau apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata.
أَمْ لَهُ ٱلْبَنَـٰتُ وَلَكُمُ ٱلْبَنُونَ
am lahu l-banātu walakumu l-banūna
Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?
أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ أَجْرًۭا فَهُم مِّن مَّغْرَمٍۢ مُّثْقَلُونَ
am tasaluhum ajran fahum min maghramin muth'qalūna
Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang?
أَمْ عِندَهُمُ ٱلْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ
am ʿindahumu l-ghaybu fahum yaktubūna
Ataukah di sisi mereka mempunyai (pengetahuan) tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?
أَمْ يُرِيدُونَ كَيْدًۭا ۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ هُمُ ٱلْمَكِيدُونَ
am yurīdūna kaydan fa-alladhīna kafarū humu l-makīdūna
Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Tetapi orang-orang yang kafir itu, justru merekalah yang terkena tipu daya.
أَمْ لَهُمْ إِلَـٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
am lahum ilāhun ghayru l-lahi sub'ḥāna l-lahi ʿammā yush'rikūna
Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
وَإِن يَرَوْا۟ كِسْفًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ سَاقِطًۭا يَقُولُوا۟ سَحَابٌۭ مَّرْكُومٌۭ
wa-in yaraw kis'fan mina l-samāi sāqiṭan yaqūlū saḥābun markūmun
Dan jika mereka melihat gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka berkata, "Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk."
فَذَرْهُمْ حَتَّىٰ يُلَـٰقُوا۟ يَوْمَهُمُ ٱلَّذِى فِيهِ يُصْعَقُونَ
fadharhum ḥattā yulāqū yawmahumu alladhī fīhi yuṣ'ʿaqūna
Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka, pada hari itu mereka dibinasakan,
يَوْمَ لَا يُغْنِى عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًۭٔا وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ
yawma lā yugh'nī ʿanhum kayduhum shayan walā hum yunṣarūna
(yaitu) pada hari (ketika) tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka dan mereka tidak akan diberi pertolongan.
وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ عَذَابًۭا دُونَ ذَٰلِكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
wa-inna lilladhīna ẓalamū ʿadhāban dūna dhālika walākinna aktharahum lā yaʿlamūna
Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim masih ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.1
وَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ
wa-iṣ'bir liḥuk'mi rabbika fa-innaka bi-aʿyuninā wasabbiḥ biḥamdi rabbika ḥīna taqūmu
Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun.
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَـٰرَ ٱلنُّجُومِ
wamina al-layli fasabbiḥ'hu wa-id'bāra l-nujūmi
dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar).