الشعراء
Ash-Shu'ara
The Poets
طسٓمٓ
tta-seen-meem
Ṭā Sīn Mīm.
تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُبِينِ
til'ka āyātu l-kitābi l-mubīni
Inilah ayat-ayat Kitab (Alquran) yang jelas.
لَعَلَّكَ بَـٰخِعٌۭ نَّفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا۟ مُؤْمِنِينَ
laʿallaka bākhiʿun nafsaka allā yakūnū mu'minīna
Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekkah) tidak beriman.
إِن نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةًۭ فَظَلَّتْ أَعْنَـٰقُهُمْ لَهَا خَـٰضِعِينَ
in nasha nunazzil ʿalayhim mina l-samāi āyatan faẓallat aʿnāquhum lahā khāḍiʿīna
Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit, yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya.
وَمَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍۢ مِّنَ ٱلرَّحْمَـٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُوا۟ عَنْهُ مُعْرِضِينَ
wamā yatīhim min dhik'rin mina l-raḥmāni muḥ'dathin illā kānū ʿanhu muʿ'riḍīna
Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Alquran yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya.
فَقَدْ كَذَّبُوا۟ فَسَيَأْتِيهِمْ أَنۢبَـٰٓؤُا۟ مَا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
faqad kadhabū fasayatīhim anbāu mā kānū bihi yastahziūna
Sungguh, mereka telah mendustakan (Alquran), maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan.
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلْأَرْضِ كَمْ أَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍۢ كَرِيمٍ
awalam yaraw ilā l-arḍi kam anbatnā fīhā min kulli zawjin karīmin
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang baik?
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ
inna fī dhālika laāyatan wamā kāna aktharuhum mu'minīna
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
wa-inna rabbaka lahuwa l-ʿazīzu l-raḥīmu
Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئْتِ ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ
wa-idh nādā rabbuka mūsā ani i'ti l-qawma l-ẓālimīna
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), "Datangilah kaum yang zalim itu,
قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ
qawma fir'ʿawna alā yattaqūna
(yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?"
قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ
qāla rabbi innī akhāfu an yukadhibūni
Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku,
وَيَضِيقُ صَدْرِى وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِى فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَـٰرُونَ
wayaḍīqu ṣadrī walā yanṭaliqu lisānī fa-arsil ilā hārūna
sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar maka utuslah Harun1 (bersamaku).
وَلَهُمْ عَلَىَّ ذَنۢبٌۭ فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ
walahum ʿalayya dhanbun fa-akhāfu an yaqtulūni
Sebab aku berdosa terhadap mereka,1 maka aku takut mereka akan membunuhku."
قَالَ كَلَّا ۖ فَٱذْهَبَا بِـَٔايَـٰتِنَآ ۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسْتَمِعُونَ
qāla kallā fa-idh'habā biāyātinā innā maʿakum mus'tamiʿūna
(Allah) berfirman, "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sungguh, Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan),
فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
fatiyā fir'ʿawna faqūlā innā rasūlu rabbi l-ʿālamīna
maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan katakan, "Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam,
أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ
an arsil maʿanā banī is'rāīla
lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami."
قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًۭا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ
qāla alam nurabbika fīnā walīdan walabith'ta fīnā min ʿumurika sinīna
Dia (Fir'aun) menjawab, "Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.1
وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ ٱلَّتِى فَعَلْتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ
wafaʿalta faʿlataka allatī faʿalta wa-anta mina l-kāfirīna
Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan1 dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih."
قَالَ فَعَلْتُهَآ إِذًۭا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ
qāla faʿaltuhā idhan wa-anā mina l-ḍālīna
Dia (Musa) berkata, "Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf.
فَفَرَرْتُ مِنكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِى رَبِّى حُكْمًۭا وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ
fafarartu minkum lammā khif'tukum fawahaba lī rabbī ḥuk'man wajaʿalanī mina l-mur'salīna
Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul.
وَتِلْكَ نِعْمَةٌۭ تَمُنُّهَا عَلَىَّ أَنْ عَبَّدتَّ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ
watil'ka niʿ'matun tamunnuhā ʿalayya an ʿabbadtta banī is'rāīla
Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak Bani Israil."
قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
qāla fir'ʿawnu wamā rabbu l-ʿālamīna
Fir'aun bertanya, "Siapa Tuhan seluruh alam itu?"
قَالَ رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَآ ۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ
qāla rabbu l-samāwāti wal-arḍi wamā baynahumā in kuntum mūqinīna
Dia (Musa) menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya."
قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُۥٓ أَلَا تَسْتَمِعُونَ
qāla liman ḥawlahu alā tastamiʿūna
Dia (Fir'aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?"
قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ
qāla rabbukum warabbu ābāikumu l-awalīna
Dia (Musa) berkata, "(Dia) Tuhanmu dan dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu."
قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ ٱلَّذِىٓ أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌۭ
qāla inna rasūlakumu alladhī ur'sila ilaykum lamajnūnun
Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila."
قَالَ رَبُّ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَآ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ
qāla rabbu l-mashriqi wal-maghribi wamā baynahumā in kuntum taʿqilūna
Dia (Musa) berkata, "(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti."
قَالَ لَئِنِ ٱتَّخَذْتَ إِلَـٰهًا غَيْرِى لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ ٱلْمَسْجُونِينَ
qāla la-ini ittakhadhta ilāhan ghayrī la-ajʿalannaka mina l-masjūnīna
Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara."
قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَىْءٍۢ مُّبِينٍۢ
qāla awalaw ji'tuka bishayin mubīnin
Dia (Musa) berkata, "Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu suatu (bukti) yang nyata?"
قَالَ فَأْتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ
qāla fati bihi in kunta mina l-ṣādiqīna
Dia (Fir'aun) berkata, "Tunjukkan sesuatu (bukti yang nyata) itu, jika engkau termasuk orang yang benar!"
فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌۭ مُّبِينٌۭ
fa-alqā ʿaṣāhu fa-idhā hiya thuʿ'bānun mubīnun
Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang nyata.
وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّـٰظِرِينَ
wanazaʿa yadahu fa-idhā hiya bayḍāu lilnnāẓirīna
Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.
قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُۥٓ إِنَّ هَـٰذَا لَسَـٰحِرٌ عَلِيمٌۭ
qāla lil'mala-i ḥawlahu inna hādhā lasāḥirun ʿalīmun
Dia (Fir'aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, "Sesungguhnya dia (Musa) ini pasti seorang penyihir yang pandai,
يُرِيدُ أَن يُخْرِجَكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِۦ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ
yurīdu an yukh'rijakum min arḍikum bisiḥ'rihi famādhā tamurūna
dia hendak mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; karena itu apakah yang kamu sarankan?"
قَالُوٓا۟ أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَٱبْعَثْ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَـٰشِرِينَ
qālū arjih wa-akhāhu wa-ib'ʿath fī l-madāini ḥāshirīna
Mereka menjawab, "Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya, dan utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (pesihir),
يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍۢ
yatūka bikulli saḥḥārin ʿalīmin
niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.
فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَـٰتِ يَوْمٍۢ مَّعْلُومٍۢ
fajumiʿa l-saḥaratu limīqāti yawmin maʿlūmin
Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu (yang ditetapkan) di hari yang telah ditentukan,
وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنتُم مُّجْتَمِعُونَ
waqīla lilnnāsi hal antum muj'tamiʿūna
dan diumumkan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu semua,
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُوا۟ هُمُ ٱلْغَـٰلِبِينَ
laʿallanā nattabiʿu l-saḥarata in kānū humu l-ghālibīna
agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang."
فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالُوا۟ لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ ٱلْغَـٰلِبِينَ
falammā jāa l-saḥaratu qālū lifir'ʿawna a-inna lanā la-ajran in kunnā naḥnu l-ghālibīna
Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir'aun, "Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?"
قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًۭا لَّمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ
qāla naʿam wa-innakum idhan lamina l-muqarabīna
Dia (Fir'aun) menjawab, "Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (dariku)."
قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلْقُوا۟ مَآ أَنتُم مُّلْقُونَ
qāla lahum mūsā alqū mā antum mul'qūna
Dia (Musa) berkata kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan."
فَأَلْقَوْا۟ حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوا۟ بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ ٱلْغَـٰلِبُونَ
fa-alqaw ḥibālahum waʿiṣiyyahum waqālū biʿizzati fir'ʿawna innā lanaḥnu l-ghālibūna
Lalu mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, "Demi kemuliaan Fir'aun, pasti kamilah yang akan menang."
فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ
fa-alqā mūsā ʿaṣāhu fa-idhā hiya talqafu mā yafikūna
Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.1
فَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَـٰجِدِينَ
fa-ul'qiya l-saḥaratu sājidīna
Maka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud,
قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
qālū āmannā birabbi l-ʿālamīna
mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ
rabbi mūsā wahārūna
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun."
قَالَ ءَامَنتُمْ لَهُۥ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِى عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَـٰفٍۢ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ
qāla āmantum lahu qabla an ādhana lakum innahu lakabīrukumu alladhī ʿallamakumu l-siḥ'ra falasawfa taʿlamūna la-uqaṭṭiʿanna aydiyakum wa-arjulakum min khilāfin wala-uṣallibannakum ajmaʿīna
Dia (Fir'aun) berkata, "Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh akan aku salib semuanya."
قَالُوا۟ لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ
qālū lā ḍayra innā ilā rabbinā munqalibūna
Mereka berkata, "Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami.
إِنَّا نَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَـٰيَـٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
innā naṭmaʿu an yaghfira lanā rabbunā khaṭāyānā an kunnā awwala l-mu'minīna
Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena menjadi orang yang pertama-tama beriman."
۞ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِىٓ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ
wa-awḥaynā ilā mūsā an asri biʿibādī innakum muttabaʿūna
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, "Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sebab pasti kamu akan dikejar."
فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَـٰشِرِينَ
fa-arsala fir'ʿawnu fī l-madāini ḥāshirīna
Kemudian Fir'aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya).
إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ لَشِرْذِمَةٌۭ قَلِيلُونَ
inna hāulāi lashir'dhimatun qalīlūna
(Fir'aun berkata), "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil,
وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَآئِظُونَ
wa-innahum lanā laghāiẓūna
dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَـٰذِرُونَ
wa-innā lajamīʿun ḥādhirūna
dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada."
فَأَخْرَجْنَـٰهُم مِّن جَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍۢ
fa-akhrajnāhum min jannātin waʿuyūnin
Kemudian, Kami keluarkan mereka (Fir'aun dan kaumnya) dari taman-taman dan mata air,
وَكُنُوزٍۢ وَمَقَامٍۢ كَرِيمٍۢ
wakunūzin wamaqāmin karīmin
dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia,1
كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَـٰهَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ
kadhālika wa-awrathnāhā banī is'rāīla
demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.1
فَأَتْبَعُوهُم مُّشْرِقِينَ
fa-atbaʿūhum mush'riqīna
Lalu (Fir'aun dan bala tentaranya) dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit.
فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
falammā tarāā l-jamʿāni qāla aṣḥābu mūsā innā lamud'rakūna
Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Kita benar-benar akan tersusul."
قَالَ كَلَّآ ۖ إِنَّ مَعِىَ رَبِّى سَيَهْدِينِ
qāla kallā inna maʿiya rabbī sayahdīni
Dia (Musa) menjawab, "Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
فَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْبَحْرَ ۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍۢ كَٱلطَّوْدِ ٱلْعَظِيمِ
fa-awḥaynā ilā mūsā ani iḍ'rib biʿaṣāka l-baḥra fa-infalaqa fakāna kullu fir'qin kal-ṭawdi l-ʿaẓīmi
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.
وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ ٱلْـَٔاخَرِينَ
wa-azlafnā thamma l-ākharīna
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.1
وَأَنجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجْمَعِينَ
wa-anjaynā mūsā waman maʿahu ajmaʿīna
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya.
ثُمَّ أَغْرَقْنَا ٱلْـَٔاخَرِينَ
thumma aghraqnā l-ākharīna
Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain.
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ
inna fī dhālika laāyatan wamā kāna aktharuhum mu'minīna
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
wa-inna rabbaka lahuwa l-ʿazīzu l-raḥīmu
Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَٰهِيمَ
wa-ut'lu ʿalayhim naba-a ib'rāhīma
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا تَعْبُدُونَ
idh qāla li-abīhi waqawmihi mā taʿbudūna
Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah?"
قَالُوا۟ نَعْبُدُ أَصْنَامًۭا فَنَظَلُّ لَهَا عَـٰكِفِينَ
qālū naʿbudu aṣnāman fanaẓallu lahā ʿākifīna
Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya."
قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ
qāla hal yasmaʿūnakum idh tadʿūna
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?,
أَوْ يَنفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ
aw yanfaʿūnakum aw yaḍurrūna
atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?"
قَالُوا۟ بَلْ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ
qālū bal wajadnā ābāanā kadhālika yafʿalūna
Mereka menjawab, "Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu."
قَالَ أَفَرَءَيْتُم مَّا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ
qāla afara-aytum mā kuntum taʿbudūna
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah,
أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلْأَقْدَمُونَ
antum waābāukumu l-aqdamūna
kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?
فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّۭ لِّىٓ إِلَّا رَبَّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
fa-innahum ʿaduwwun lī illā rabba l-ʿālamīna
sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam,
ٱلَّذِى خَلَقَنِى فَهُوَ يَهْدِينِ
alladhī khalaqanī fahuwa yahdīni
(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,
وَٱلَّذِى هُوَ يُطْعِمُنِى وَيَسْقِينِ
wa-alladhī huwa yuṭ'ʿimunī wayasqīni
dan Yang memberi makan dan minum kepadaku,
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
wa-idhā mariḍ'tu fahuwa yashfīni
dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,
وَٱلَّذِى يُمِيتُنِى ثُمَّ يُحْيِينِ
wa-alladhī yumītunī thumma yuḥ'yīni
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
وَٱلَّذِىٓ أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِى خَطِيٓـَٔتِى يَوْمَ ٱلدِّينِ
wa-alladhī aṭmaʿu an yaghfira lī khaṭīatī yawma l-dīni
dan Yang sangat ku inginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat."
رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًۭا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ
rabbi hab lī ḥuk'man wa-alḥiq'nī bil-ṣāliḥīna
(Ibrahim berdoa), "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
وَٱجْعَل لِّى لِسَانَ صِدْقٍۢ فِى ٱلْـَٔاخِرِينَ
wa-ij'ʿal lī lisāna ṣid'qin fī l-ākhirīna
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ
wa-ij'ʿalnī min warathati jannati l-naʿīmi
dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan,
وَٱغْفِرْ لِأَبِىٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ
wa-igh'fir li-abī innahu kāna mina l-ḍālīna
dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,
وَلَا تُخْزِنِى يَوْمَ يُبْعَثُونَ
walā tukh'zinī yawma yub'ʿathūna
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌۭ وَلَا بَنُونَ
yawma lā yanfaʿu mālun walā banūna
(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,
إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍۢ سَلِيمٍۢ
illā man atā l-laha biqalbin salīmin
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
وَأُزْلِفَتِ ٱلْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ
wa-uz'lifati l-janatu lil'muttaqīna
dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,
وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ
waburrizati l-jaḥīmu lil'ghāwīna
dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat,"
وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ
waqīla lahum ayna mā kuntum taʿbudūna
dan dikatakan kepada mereka, "Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah,
مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلْ يَنصُرُونَكُمْ أَوْ يَنتَصِرُونَ
min dūni l-lahi hal yanṣurūnakum aw yantaṣirūna
selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"
فَكُبْكِبُوا۟ فِيهَا هُمْ وَٱلْغَاوُۥنَ
fakub'kibū fīhā hum wal-ghāwūna
Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat,
وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ
wajunūdu ib'līsa ajmaʿūna
dan bala tentara Iblis semuanya.
قَالُوا۟ وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ
qālū wahum fīhā yakhtaṣimūna
Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),
تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ
tal-lahi in kunnā lafī ḍalālin mubīnin
"Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
إِذْ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
idh nusawwīkum birabbi l-ʿālamīna
karena kita mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan seluruh alam.
وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلْمُجْرِمُونَ
wamā aḍallanā illā l-muj'rimūna
Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa.
فَمَا لَنَا مِن شَـٰفِعِينَ
famā lanā min shāfiʿīna
Maka (sekarang) kita tidak mempunyai seorang pun pemberi syafaat (penolong),
وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍۢ
walā ṣadīqin ḥamīmin
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab.
فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةًۭ فَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
falaw anna lanā karratan fanakūna mina l-mu'minīna
Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman."
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ
inna fī dhālika laāyatan wamā kāna aktharuhum mu'minīna
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
wa-inna rabbaka lahuwa l-ʿazīzu l-raḥīmu
Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ ٱلْمُرْسَلِينَ
kadhabat qawmu nūḥin l-mur'salīna
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ
idh qāla lahum akhūhum nūḥun alā tattaqūna
Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ
innī lakum rasūlun amīnun
Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
fa-ittaqū l-laha wa-aṭīʿūni
maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
wamā asalukum ʿalayhi min ajrin in ajriya illā ʿalā rabbi l-ʿālamīna
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam,
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
fa-ittaqū l-laha wa-aṭīʿūni
maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku."
۞ قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ
qālū anu'minu laka wa-ittabaʿaka l-ardhalūna
Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?"
قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
qāla wamā ʿil'mī bimā kānū yaʿmalūna
Dia (Nuh) menjawab, "Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan.
إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّى ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ
in ḥisābuhum illā ʿalā rabbī law tashʿurūna
Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari.
وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
wamā anā biṭāridi l-mu'minīna
Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌۭ مُّبِينٌۭ
in anā illā nadhīrun mubīnun
Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas."
قَالُوا۟ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَـٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمَرْجُومِينَ
qālū la-in lam tantahi yānūḥu latakūnanna mina l-marjūmīna
Mereka berkata, "Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati)."
قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِى كَذَّبُونِ
qāla rabbi inna qawmī kadhabūni
Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku;
فَٱفْتَحْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ فَتْحًۭا وَنَجِّنِى وَمَن مَّعِىَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
fa-if'taḥ baynī wabaynahum fatḥan wanajjinī waman maʿiya mina l-mu'minīna
maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku."
فَأَنجَيْنَـٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ
fa-anjaynāhu waman maʿahu fī l-ful'ki l-mashḥūni
Kemudian Kami menyelamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.
ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ ٱلْبَاقِينَ
thumma aghraqnā baʿdu l-bāqīna
Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ
inna fī dhālika laāyatan wamā kāna aktharuhum mu'minīna
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
wa-inna rabbaka lahuwa l-ʿazīzu l-raḥīmu
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha penyayang.
كَذَّبَتْ عَادٌ ٱلْمُرْسَلِينَ
kadhabat ʿādun l-mur'salīna
(Kaum) 'Ād telah mendustakan para rasul.
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ
idh qāla lahum akhūhum hūdun alā tattaqūna
Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ
innī lakum rasūlun amīnun
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
fa-ittaqū l-laha wa-aṭīʿūni
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
wamā asalukum ʿalayhi min ajrin in ajriya illā ʿalā rabbi l-ʿālamīna
Dan aku tidak minta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةًۭ تَعْبَثُونَ
atabnūna bikulli rīʿin āyatan taʿbathūna
Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati,
وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ
watattakhidhūna maṣāniʿa laʿallakum takhludūna
dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal?
وَإِذَا بَطَشْتُم بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ
wa-idhā baṭashtum baṭashtum jabbārīna
Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis.
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
fa-ittaqū l-laha wa-aṭīʿūni
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,
وَٱتَّقُوا۟ ٱلَّذِىٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعْلَمُونَ
wa-ittaqū alladhī amaddakum bimā taʿlamūna
dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
أَمَدَّكُم بِأَنْعَـٰمٍۢ وَبَنِينَ
amaddakum bi-anʿāmin wabanīna
Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak-anak,
وَجَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍ
wajannātin waʿuyūnin
dan kebun-kebun, dan mata air,
إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ
innī akhāfu ʿalaykum ʿadhāba yawmin ʿaẓīmin
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar."
قَالُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُن مِّنَ ٱلْوَٰعِظِينَ
qālū sawāon ʿalaynā awaʿaẓta am lam takun mina l-wāʿiẓīna
Mereka menjawab, "Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,
إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلْأَوَّلِينَ
in hādhā illā khuluqu l-awalīna
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu,
وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ
wamā naḥnu bimuʿadhabīna
dan kami (sama sekali) tidak akan di azab."
فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَـٰهُمْ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ
fakadhabūhu fa-ahlaknāhum inna fī dhālika laāyatan wamā kāna aktharuhum mu'minīna
Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
wa-inna rabbaka lahuwa l-ʿazīzu l-raḥīmu
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ ثَمُودُ ٱلْمُرْسَلِينَ
kadhabat thamūdu l-mur'salīna
Kaum Samud telah mendustakan para rasul.
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَـٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ
idh qāla lahum akhūhum ṣāliḥun alā tattaqūna
Ketika saudara mereka Saleh berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ
innī lakum rasūlun amīnun
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
fa-ittaqū l-laha wa-aṭīʿūni
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
wamā asalukum ʿalayhi min ajrin in ajriya illā ʿalā rabbi l-ʿālamīna
Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan ini, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
أَتُتْرَكُونَ فِى مَا هَـٰهُنَآ ءَامِنِينَ
atut'rakūna fī mā hāhunā āminīna
Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,
فِى جَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍۢ
fī jannātin waʿuyūnin
di dalam kebun-kebun dan mata air,
وَزُرُوعٍۢ وَنَخْلٍۢ طَلْعُهَا هَضِيمٌۭ
wazurūʿin wanakhlin ṭalʿuhā haḍīmun
dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
وَتَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًۭا فَـٰرِهِينَ
watanḥitūna mina l-jibāli buyūtan fārihīna
Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah;
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
fa-ittaqū l-laha wa-aṭīʿūni
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَلَا تُطِيعُوٓا۟ أَمْرَ ٱلْمُسْرِفِينَ
walā tuṭīʿū amra l-mus'rifīna
dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,
ٱلَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ
alladhīna yuf'sidūna fī l-arḍi walā yuṣ'liḥūna
yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan."
قَالُوٓا۟ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلْمُسَحَّرِينَ
qālū innamā anta mina l-musaḥarīna
Mereka berkata, "Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir;
مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُنَا فَأْتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ
mā anta illā basharun mith'lunā fati biāyatin in kunta mina l-ṣādiqīna
engkau hanyalah manusia seperti kami; maka datangkanlah suatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar."
قَالَ هَـٰذِهِۦ نَاقَةٌۭ لَّهَا شِرْبٌۭ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍۢ مَّعْلُومٍۢ
qāla hādhihi nāqatun lahā shir'bun walakum shir'bu yawmin maʿlūmin
Dia (Saleh) menjawab, "Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan.
وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍۢ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ
walā tamassūhā bisūin fayakhudhakum ʿadhābu yawmin ʿaẓīmin
Dan jangan kamu menyentuhnya (unta itu) dengan jahat, nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat."
فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُوا۟ نَـٰدِمِينَ
faʿaqarūhā fa-aṣbaḥū nādimīna
Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka merasa menyesal,
فَأَخَذَهُمُ ٱلْعَذَابُ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ
fa-akhadhahumu l-ʿadhābu inna fī dhālika laāyatan wamā kāna aktharuhum mu'minīna
maka mereka ditimpa azab. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
wa-inna rabbaka lahuwa l-ʿazīzu l-raḥīmu
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ ٱلْمُرْسَلِينَ
kadhabat qawmu lūṭin l-mur'salīna
Kaum Luṭ telah mendustakan para rasul,
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ
idh qāla lahum akhūhum lūṭun alā tattaqūna
ketika saudara mereka Luṭ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?"
إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ
innī lakum rasūlun amīnun
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
fa-ittaqū l-laha wa-aṭīʿūni
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
wamā asalukum ʿalayhi min ajrin in ajriya illā ʿalā rabbi l-ʿālamīna
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
أَتَأْتُونَ ٱلذُّكْرَانَ مِنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ
atatūna l-dhuk'rāna mina l-ʿālamīna
Mengapa kamu mendatangi kaum laki-laki dari manusia (berbuat homoseks),
وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ
watadharūna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum bal antum qawmun ʿādūna
dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas."
قَالُوا۟ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَـٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُخْرَجِينَ
qālū la-in lam tantahi yālūṭu latakūnanna mina l-mukh'rajīna
Mereka menjawab, "Wahai Luṭ! Jika engkau tidak berhenti, tentu engkau termasuk orang-orang yang terusir."
قَالَ إِنِّى لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلْقَالِينَ
qāla innī liʿamalikum mina l-qālīna
Dia (Luṭ) berkata, "Aku sungguh benci kepada perbuatanmu."
رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِمَّا يَعْمَلُونَ
rabbi najjinī wa-ahlī mimmā yaʿmalūna
(Luṭ berdoa), "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan."
فَنَجَّيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ أَجْمَعِينَ
fanajjaynāhu wa-ahlahu ajmaʿīna
Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,
إِلَّا عَجُوزًۭا فِى ٱلْغَـٰبِرِينَ
illā ʿajūzan fī l-ghābirīna
kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang ditinggal.
ثُمَّ دَمَّرْنَا ٱلْـَٔاخَرِينَ
thumma dammarnā l-ākharīna
Kemudian Kami binasakan yang lain.
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًۭا ۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلْمُنذَرِينَ
wa-amṭarnā ʿalayhim maṭaran fasāa maṭaru l-mundharīna
Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ
inna fī dhālika laāyatan wamā kāna aktharuhum mu'minīna
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
wa-inna rabbaka lahuwa l-ʿazīzu l-raḥīmu
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَ أَصْحَـٰبُ لْـَٔيْكَةِ ٱلْمُرْسَلِينَ
kadhaba aṣḥābu al'aykati l-mur'salīna
Penduduk Aikah1 telah mendustakan para rasul;
إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلَا تَتَّقُونَ
idh qāla lahum shuʿaybun alā tattaqūna
ketika Syu'aib berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ
innī lakum rasūlun amīnun
Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
fa-ittaqū l-laha wa-aṭīʿūni
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
wamā asalukum ʿalayhi min ajrin in ajriya illā ʿalā rabbi l-ʿālamīna
dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
۞ أَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُخْسِرِينَ
awfū l-kayla walā takūnū mina l-mukh'sirīna
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain;
وَزِنُوا۟ بِٱلْقِسْطَاسِ ٱلْمُسْتَقِيمِ
wazinū bil-qis'ṭāsi l-mus'taqīmi
dan timbanglah dengan timbangan yang benar.
وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
walā tabkhasū l-nāsa ashyāahum walā taʿthaw fī l-arḍi muf'sidīna
Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi;
وَٱتَّقُوا۟ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلْجِبِلَّةَ ٱلْأَوَّلِينَ
wa-ittaqū alladhī khalaqakum wal-jibilata l-awalīna
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu."
قَالُوٓا۟ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلْمُسَحَّرِينَ
qālū innamā anta mina l-musaḥarīna
Mereka berkata, "Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir,
وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ
wamā anta illā basharun mith'lunā wa-in naẓunnuka lamina l-kādhibīna
dan engkau hanyalah manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta.
فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ
fa-asqiṭ ʿalaynā kisafan mina l-samāi in kunta mina l-ṣādiqīna
Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar."
قَالَ رَبِّىٓ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ
qāla rabbī aʿlamu bimā taʿmalūna
Dia (Syu'aib) berkata, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan."
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ ٱلظُّلَّةِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
fakadhabūhu fa-akhadhahum ʿadhābu yawmi l-ẓulati innahu kāna ʿadhāba yawmin ʿaẓīmin
Kemudian mereka mendustakannya (Syu'aib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ
inna fī dhālika laāyatan wamā kāna aktharuhum mu'minīna
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
wa-inna rabbaka lahuwa l-ʿazīzu l-raḥīmu
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
wa-innahu latanzīlu rabbi l-ʿālamīna
Dan sungguh, (Alquran) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam,
نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ
nazala bihi l-rūḥu l-amīnu
Yang dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-Amīn (Jibril),
عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ
ʿalā qalbika litakūna mina l-mundhirīna
ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,
بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّۢ مُّبِينٍۢ
bilisānin ʿarabiyyin mubīnin
dengan bahasa Arab yang jelas.
وَإِنَّهُۥ لَفِى زُبُرِ ٱلْأَوَّلِينَ
wa-innahu lafī zuburi l-awalīna
Dan sungguh, (Alquran) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.
أَوَلَمْ يَكُن لَّهُمْ ءَايَةً أَن يَعْلَمَهُۥ عُلَمَـٰٓؤُا۟ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ
awalam yakun lahum āyatan an yaʿlamahu ʿulamāu banī is'rāīla
Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?
وَلَوْ نَزَّلْنَـٰهُ عَلَىٰ بَعْضِ ٱلْأَعْجَمِينَ
walaw nazzalnāhu ʿalā baʿḍi l-aʿjamīna
Dan seandainya (Alquran) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab,
فَقَرَأَهُۥ عَلَيْهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ مُؤْمِنِينَ
faqara-ahu ʿalayhim mā kānū bihi mu'minīna
lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.
كَذَٰلِكَ سَلَكْنَـٰهُ فِى قُلُوبِ ٱلْمُجْرِمِينَ
kadhālika salaknāhu fī qulūbi l-muj'rimīna
Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa,
لَا يُؤْمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ
lā yu'minūna bihi ḥattā yarawū l-ʿadhāba l-alīma
mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,
فَيَأْتِيَهُم بَغْتَةًۭ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
fayatiyahum baghtatan wahum lā yashʿurūna
maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya,
فَيَقُولُوا۟ هَلْ نَحْنُ مُنظَرُونَ
fayaqūlū hal naḥnu munẓarūna
lalu mereka berkata, "Apakah kami diberi penangguhan waktu?"
أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ
afabiʿadhābinā yastaʿjilūna
Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat?
أَفَرَءَيْتَ إِن مَّتَّعْنَـٰهُمْ سِنِينَ
afara-ayta in mattaʿnāhum sinīna
Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,
ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُوا۟ يُوعَدُونَ
thumma jāahum mā kānū yūʿadūna
kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka,
مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يُمَتَّعُونَ
mā aghnā ʿanhum mā kānū yumattaʿūna
niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.
وَمَآ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ
wamā ahlaknā min qaryatin illā lahā mundhirūna
Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya;
ذِكْرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ
dhik'rā wamā kunnā ẓālimīna
untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim.
وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ ٱلشَّيَـٰطِينُ
wamā tanazzalat bihi l-shayāṭīnu
Dan (Alquran) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.
وَمَا يَنۢبَغِى لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ
wamā yanbaghī lahum wamā yastaṭīʿūna
Dan tidaklah pantas bagi mereka (Alquran itu), dan mereka pun tidak akan sanggup.
إِنَّهُمْ عَنِ ٱلسَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ
innahum ʿani l-samʿi lamaʿzūlūna
Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan.
فَلَا تَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْمُعَذَّبِينَ
falā tadʿu maʿa l-lahi ilāhan ākhara fatakūna mina l-muʿadhabīna
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang di azab.
وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ ٱلْأَقْرَبِينَ
wa-andhir ʿashīrataka l-aqrabīna
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,
وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
wa-ikh'fiḍ janāḥaka limani ittabaʿaka mina l-mu'minīna
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.
فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّى بَرِىٓءٌۭ مِّمَّا تَعْمَلُونَ
fa-in ʿaṣawka faqul innī barīon mimmā taʿmalūna
Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."
وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ
watawakkal ʿalā l-ʿazīzi l-raḥīmi
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha penyayang,
ٱلَّذِى يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ
alladhī yarāka ḥīna taqūmu
Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk salat),
وَتَقَلُّبَكَ فِى ٱلسَّـٰجِدِينَ
wataqallubaka fī l-sājidīna
dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.
إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
innahu huwa l-samīʿu l-ʿalīmu
Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ ٱلشَّيَـٰطِينُ
hal unabbi-ukum ʿalā man tanazzalu l-shayāṭīnu
Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍۢ
tanazzalu ʿalā kulli affākin athīmin
Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa,
يُلْقُونَ ٱلسَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَـٰذِبُونَ
yul'qūna l-samʿa wa-aktharuhum kādhibūna
mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta.
وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلْغَاوُۥنَ
wal-shuʿarāu yattabiʿuhumu l-ghāwūna
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِى كُلِّ وَادٍۢ يَهِيمُونَ
alam tara annahum fī kulli wādin yahīmūna
Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah,1
وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ
wa-annahum yaqūlūna mā lā yafʿalūna
dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا وَٱنتَصَرُوا۟ مِنۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا۟ ۗ وَسَيَعْلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ أَىَّ مُنقَلَبٍۢ يَنقَلِبُونَ
illā alladhīna āmanū waʿamilū l-ṣāliḥāti wadhakarū l-laha kathīran wa-intaṣarū min baʿdi mā ẓulimū wasayaʿlamu alladhīna ẓalamū ayya munqalabin yanqalibūna
kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.