الصافات
As-Saffat
Those Who Set The Ranks
وَٱلصَّـٰٓفَّـٰتِ صَفًّۭا
wal-ṣāfāti ṣaffan
Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf,
فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجْرًۭا
fal-zājirāti zajran
demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh,
فَٱلتَّـٰلِيَـٰتِ ذِكْرًا
fal-tāliyāti dhik'ran
demi (rombongan) yang membacakan peringatan,
إِنَّ إِلَـٰهَكُمْ لَوَٰحِدٌۭ
inna ilāhakum lawāḥidun
sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.
رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ ٱلْمَشَـٰرِقِ
rabbu l-samāwāti wal-arḍi wamā baynahumā warabbu l-mashāriqi
Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.
إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِزِينَةٍ ٱلْكَوَاكِبِ
innā zayyannā l-samāa l-dun'yā bizīnatin l-kawākibi
Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.
وَحِفْظًۭا مِّن كُلِّ شَيْطَـٰنٍۢ مَّارِدٍۢ
waḥif'ẓan min kulli shayṭānin māridin
Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,
لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلْمَلَإِ ٱلْأَعْلَىٰ وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍۢ
lā yassammaʿūna ilā l-mala-i l-aʿlā wayuq'dhafūna min kulli jānibin
mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,
دُحُورًۭا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌۭ وَاصِبٌ
duḥūran walahum ʿadhābun wāṣibun
untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,
إِلَّا مَنْ خَطِفَ ٱلْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُۥ شِهَابٌۭ ثَاقِبٌۭ
illā man khaṭifa l-khaṭfata fa-atbaʿahu shihābun thāqibun
kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
فَٱسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَم مَّنْ خَلَقْنَآ ۚ إِنَّا خَلَقْنَـٰهُم مِّن طِينٍۢ لَّازِبٍۭ
fa-is'taftihim ahum ashaddu khalqan am man khalaqnā innā khalaqnāhum min ṭīnin lāzibin
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekkah), "Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa1 yang telah Kami ciptakan?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ
bal ʿajib'ta wayaskharūna
Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan (engkau).
وَإِذَا ذُكِّرُوا۟ لَا يَذْكُرُونَ
wa-idhā dhukkirū lā yadhkurūna
Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya.
وَإِذَا رَأَوْا۟ ءَايَةًۭ يَسْتَسْخِرُونَ
wa-idhā ra-aw āyatan yastaskhirūna
Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka memperolok-olokan.
وَقَالُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ مُّبِينٌ
waqālū in hādhā illā siḥ'run mubīnun
Dan mereka berkata, "ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.
أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًۭا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ
a-idhā mit'nā wakunnā turāban waʿiẓāman a-innā lamabʿūthūna
Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?
أَوَءَابَآؤُنَا ٱلْأَوَّلُونَ
awaābāunā l-awalūna
dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)?"
قُلْ نَعَمْ وَأَنتُمْ دَٰخِرُونَ
qul naʿam wa-antum dākhirūna
Katakanlah (Muhammad), "Ya, dan kamu akan terhina."
فَإِنَّمَا هِىَ زَجْرَةٌۭ وَٰحِدَةٌۭ فَإِذَا هُمْ يَنظُرُونَ
fa-innamā hiya zajratun wāḥidatun fa-idhā hum yanẓurūna
Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka melihatnya.
وَقَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَا هَـٰذَا يَوْمُ ٱلدِّينِ
waqālū yāwaylanā hādhā yawmu l-dīni
Dan mereka berkata, "Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari pembalasan itu."
هَـٰذَا يَوْمُ ٱلْفَصْلِ ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ
hādhā yawmu l-faṣli alladhī kuntum bihi tukadhibūna
Inilah hari keputusan1 yang dahulu kamu dustakan.
۞ ٱحْشُرُوا۟ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ وَأَزْوَٰجَهُمْ وَمَا كَانُوا۟ يَعْبُدُونَ
uḥ'shurū alladhīna ẓalamū wa-azwājahum wamā kānū yaʿbudūna
(Diperintahkan kepada malaikat), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,
مِن دُونِ ٱللَّهِ فَٱهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْجَحِيمِ
min dūni l-lahi fa-ih'dūhum ilā ṣirāṭi l-jaḥīmi
selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke nereka.
وَقِفُوهُمْ ۖ إِنَّهُم مَّسْـُٔولُونَ
waqifūhum innahum masūlūna
Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya,
مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ
mā lakum lā tanāṣarūna
"Mengapa kamu tidak tolong-menolong?"
بَلْ هُمُ ٱلْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ
bal humu l-yawma mus'taslimūna
Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).
وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ يَتَسَآءَلُونَ
wa-aqbala baʿḍuhum ʿalā baʿḍin yatasāalūna
Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.
قَالُوٓا۟ إِنَّكُمْ كُنتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ ٱلْيَمِينِ
qālū innakum kuntum tatūnanā ʿani l-yamīni
Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), "Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan."1
قَالُوا۟ بَل لَّمْ تَكُونُوا۟ مُؤْمِنِينَ
qālū bal lam takūnū mu'minīna
(Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, "(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin,
وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُم مِّن سُلْطَـٰنٍۭ ۖ بَلْ كُنتُمْ قَوْمًۭا طَـٰغِينَ
wamā kāna lanā ʿalaykum min sul'ṭānin bal kuntum qawman ṭāghīna
sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas.
فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖ إِنَّا لَذَآئِقُونَ
faḥaqqa ʿalaynā qawlu rabbinā innā ladhāiqūna
Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan (azab itu).
فَأَغْوَيْنَـٰكُمْ إِنَّا كُنَّا غَـٰوِينَ
fa-aghwaynākum innā kunnā ghāwīna
Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat."
فَإِنَّهُمْ يَوْمَئِذٍۢ فِى ٱلْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ
fa-innahum yawma-idhin fī l-ʿadhābi mush'tarikūna
Maka sesunguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِٱلْمُجْرِمِينَ
innā kadhālika nafʿalu bil-muj'rimīna
Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa.
إِنَّهُمْ كَانُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ
innahum kānū idhā qīla lahum lā ilāha illā l-lahu yastakbirūna
Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, "Lā ilāha illallāh" (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri,
وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓا۟ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٍۢ مَّجْنُونٍۭ
wayaqūlūna a-innā latārikū ālihatinā lishāʿirin majnūnin
dan mereka berkata, "Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?"
بَلْ جَآءَ بِٱلْحَقِّ وَصَدَّقَ ٱلْمُرْسَلِينَ
bal jāa bil-ḥaqi waṣaddaqa l-mur'salīna
Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
إِنَّكُمْ لَذَآئِقُوا۟ ٱلْعَذَابِ ٱلْأَلِيمِ
innakum ladhāiqū l-ʿadhābi l-alīmi
Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
وَمَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
wamā tuj'zawna illā mā kuntum taʿmalūna
Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan,
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ
illā ʿibāda l-lahi l-mukh'laṣīna
tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa),
أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ رِزْقٌۭ مَّعْلُومٌۭ
ulāika lahum riz'qun maʿlūmun
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
فَوَٰكِهُ ۖ وَهُم مُّكْرَمُونَ
fawākihu wahum muk'ramūna
(yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,
فِى جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ
fī jannāti l-naʿīmi
di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,
عَلَىٰ سُرُرٍۢ مُّتَقَـٰبِلِينَ
ʿalā sururin mutaqābilīna
(mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
يُطَافُ عَلَيْهِم بِكَأْسٍۢ مِّن مَّعِينٍۭ
yuṭāfu ʿalayhim bikasin min maʿīnin
Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),
بَيْضَآءَ لَذَّةٍۢ لِّلشَّـٰرِبِينَ
bayḍāa ladhatin lilshāribīna
(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
لَا فِيهَا غَوْلٌۭ وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنزَفُونَ
lā fīhā ghawlun walā hum ʿanhā yunzafūna
Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.
وَعِندَهُمْ قَـٰصِرَٰتُ ٱلطَّرْفِ عِينٌۭ
waʿindahum qāṣirātu l-ṭarfi ʿīnun
Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,
كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌۭ مَّكْنُونٌۭ
ka-annahunna bayḍun maknūnun
seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.
فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ يَتَسَآءَلُونَ
fa-aqbala baʿḍuhum ʿalā baʿḍin yatasāalūna
Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
قَالَ قَآئِلٌۭ مِّنْهُمْ إِنِّى كَانَ لِى قَرِينٌۭ
qāla qāilun min'hum innī kāna lī qarīnun
Berkatalah salah seorang di antara mereka, "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,
يَقُولُ أَءِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُصَدِّقِينَ
yaqūlu a-innaka lamina l-muṣadiqīna
yang berkata, "Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًۭا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَدِينُونَ
a-idhā mit'nā wakunnā turāban waʿiẓāman a-innā lamadīnūna
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"
قَالَ هَلْ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ
qāla hal antum muṭṭaliʿūna
Dia berkata, "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"
فَٱطَّلَعَ فَرَءَاهُ فِى سَوَآءِ ٱلْجَحِيمِ
fa-iṭṭalaʿa faraāhu fī sawāi l-jaḥīmi
Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرْدِينِ
qāla tal-lahi in kidtta latur'dīni
Dia berkata, "Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,
وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّى لَكُنتُ مِنَ ٱلْمُحْضَرِينَ
walawlā niʿ'matu rabbī lakuntu mina l-muḥ'ḍarīna
dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)."
أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِينَ
afamā naḥnu bimayyitīna
Maka apakah kita tidak akan mati?
إِلَّا مَوْتَتَنَا ٱلْأُولَىٰ وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ
illā mawtatanā l-ūlā wamā naḥnu bimuʿadhabīna
Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?"
إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
inna hādhā lahuwa l-fawzu l-ʿaẓīmu
Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.
لِمِثْلِ هَـٰذَا فَلْيَعْمَلِ ٱلْعَـٰمِلُونَ
limith'li hādhā falyaʿmali l-ʿāmilūna
Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.
أَذَٰلِكَ خَيْرٌۭ نُّزُلًا أَمْ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ
adhālika khayrun nuzulan am shajaratu l-zaqūmi
Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.
إِنَّا جَعَلْنَـٰهَا فِتْنَةًۭ لِّلظَّـٰلِمِينَ
innā jaʿalnāhā fit'natan lilẓẓālimīna
Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum) sebagai azab bagi orang-orang zalim.
إِنَّهَا شَجَرَةٌۭ تَخْرُجُ فِىٓ أَصْلِ ٱلْجَحِيمِ
innahā shajaratun takhruju fī aṣli l-jaḥīmi
Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,
طَلْعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَـٰطِينِ
ṭalʿuhā ka-annahu ruūsu l-shayāṭīni
mayangnya seperti kepala-kepala setan.
فَإِنَّهُمْ لَـَٔاكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِـُٔونَ مِنْهَا ٱلْبُطُونَ
fa-innahum laākilūna min'hā famāliūna min'hā l-buṭūna
Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).
ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًۭا مِّنْ حَمِيمٍۢ
thumma inna lahum ʿalayhā lashawban min ḥamīmin
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.
ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَإِلَى ٱلْجَحِيمِ
thumma inna marjiʿahum la-ilā l-jaḥīmi
Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.
إِنَّهُمْ أَلْفَوْا۟ ءَابَآءَهُمْ ضَآلِّينَ
innahum alfaw ābāahum ḍāllīna
Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,
فَهُمْ عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِمْ يُهْرَعُونَ
fahum ʿalā āthārihim yuh'raʿūna
lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.
وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ ٱلْأَوَّلِينَ
walaqad ḍalla qablahum aktharu l-awalīna
Dan sungguh, sebelum mereka (suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ
walaqad arsalnā fīhim mundhirīna
dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.
فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُنذَرِينَ
fa-unẓur kayfa kāna ʿāqibatu l-mundharīna
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ
illā ʿibāda l-lahi l-mukh'laṣīna
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
وَلَقَدْ نَادَىٰنَا نُوحٌۭ فَلَنِعْمَ ٱلْمُجِيبُونَ
walaqad nādānā nūḥun falaniʿ'ma l-mujībūna
Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
وَنَجَّيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥ مِنَ ٱلْكَرْبِ ٱلْعَظِيمِ
wanajjaynāhu wa-ahlahu mina l-karbi l-ʿaẓīmi
Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُۥ هُمُ ٱلْبَاقِينَ
wajaʿalnā dhurriyyatahu humu l-bāqīna
Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْـَٔاخِرِينَ
wataraknā ʿalayhi fī l-ākhirīna
Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
سَلَـٰمٌ عَلَىٰ نُوحٍۢ فِى ٱلْعَـٰلَمِينَ
salāmun ʿalā nūḥin fī l-ʿālamīna
"Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam."
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
innā kadhālika najzī l-muḥ'sinīna
Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ
innahu min ʿibādinā l-mu'minīna
Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.
ثُمَّ أَغْرَقْنَا ٱلْـَٔاخَرِينَ
thumma aghraqnā l-ākharīna
Kemudian Kami tenggelamkan yang lain.
۞ وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِۦ لَإِبْرَٰهِيمَ
wa-inna min shīʿatihi la-ib'rāhīma
Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).1
إِذْ جَآءَ رَبَّهُۥ بِقَلْبٍۢ سَلِيمٍ
idh jāa rabbahu biqalbin salīmin
(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,1
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَاذَا تَعْبُدُونَ
idh qāla li-abīhi waqawmihi mādhā taʿbudūna
(ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?
أَئِفْكًا ءَالِهَةًۭ دُونَ ٱللَّهِ تُرِيدُونَ
a-if'kan ālihatan dūna l-lahi turīdūna
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?
فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
famā ẓannukum birabbi l-ʿālamīna
Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?"
فَنَظَرَ نَظْرَةًۭ فِى ٱلنُّجُومِ
fanaẓara naẓratan fī l-nujūmi
Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,
فَقَالَ إِنِّى سَقِيمٌۭ
faqāla innī saqīmun
kemudian dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku sakit."
فَتَوَلَّوْا۟ عَنْهُ مُدْبِرِينَ
fatawallaw ʿanhu mud'birīna
Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya.
فَرَاغَ إِلَىٰٓ ءَالِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ
farāgha ilā ālihatihim faqāla alā takulūna
Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, "Mengapa kamu tidak makan?1
مَا لَكُمْ لَا تَنطِقُونَ
mā lakum lā tanṭiqūna
Mengapa kamu tidak menjawab?"
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًۢا بِٱلْيَمِينِ
farāgha ʿalayhim ḍarban bil-yamīni
Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya.
فَأَقْبَلُوٓا۟ إِلَيْهِ يَزِفُّونَ
fa-aqbalū ilayhi yaziffūna
Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.
قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ
qāla ataʿbudūna mā tanḥitūna
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
wal-lahu khalaqakum wamā taʿmalūna
padahal Allah lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat."
قَالُوا۟ ٱبْنُوا۟ لَهُۥ بُنْيَـٰنًۭا فَأَلْقُوهُ فِى ٱلْجَحِيمِ
qālū ib'nū lahu bun'yānan fa-alqūhu fī l-jaḥīmi
Mereka berkata, "Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu."
فَأَرَادُوا۟ بِهِۦ كَيْدًۭا فَجَعَلْنَـٰهُمُ ٱلْأَسْفَلِينَ
fa-arādū bihi kaydan fajaʿalnāhumu l-asfalīna
Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
وَقَالَ إِنِّى ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّى سَيَهْدِينِ
waqāla innī dhāhibun ilā rabbī sayahdīni
Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.1
رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
rabbi hab lī mina l-ṣāliḥīna
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang saleh."
فَبَشَّرْنَـٰهُ بِغُلَـٰمٍ حَلِيمٍۢ
fabasharnāhu bighulāmin ḥalīmin
Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَـٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَـٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
falammā balagha maʿahu l-saʿya qāla yābunayya innī arā fī l-manāmi annī adhbaḥuka fa-unẓur mādhā tarā qāla yāabati if'ʿal mā tu'maru satajidunī in shāa l-lahu mina l-ṣābirīna
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimanakah pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insyā Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."
فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ
falammā aslamā watallahu lil'jabīni
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).
وَنَـٰدَيْنَـٰهُ أَن يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ
wanādaynāhu an yāib'rāhīmu
Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim!
قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
qad ṣaddaqta l-ru'yā innā kadhālika najzī l-muḥ'sinīna
Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu."1 Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَـٰٓؤُا۟ ٱلْمُبِينُ
inna hādhā lahuwa l-balāu l-mubīnu
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
وَفَدَيْنَـٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍۢ
wafadaynāhu bidhib'ḥin ʿaẓīmin
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.1
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْـَٔاخِرِينَ
wataraknā ʿalayhi fī l-ākhirīna
Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَـٰمٌ عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ
salāmun ʿalā ib'rāhīma
" Selamat sejahtera bagi Ibrahim."
كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
kadhālika najzī l-muḥ'sinīna
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ
innahu min ʿibādinā l-mu'minīna
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَبَشَّرْنَـٰهُ بِإِسْحَـٰقَ نَبِيًّۭا مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
wabasharnāhu bi-is'ḥāqa nabiyyan mina l-ṣāliḥīna
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
وَبَـٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَىٰٓ إِسْحَـٰقَ ۚ وَمِن ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌۭ وَظَالِمٌۭ لِّنَفْسِهِۦ مُبِينٌۭ
wabāraknā ʿalayhi waʿalā is'ḥāqa wamin dhurriyyatihimā muḥ'sinun waẓālimun linafsihi mubīnun
Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ
walaqad manannā ʿalā mūsā wahārūna
Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.
وَنَجَّيْنَـٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ ٱلْكَرْبِ ٱلْعَظِيمِ
wanajjaynāhumā waqawmahumā mina l-karbi l-ʿaẓīmi
Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar,
وَنَصَرْنَـٰهُمْ فَكَانُوا۟ هُمُ ٱلْغَـٰلِبِينَ
wanaṣarnāhum fakānū humu l-ghālibīna
dan Kami tolong mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang.
وَءَاتَيْنَـٰهُمَا ٱلْكِتَـٰبَ ٱلْمُسْتَبِينَ
waātaynāhumā l-kitāba l-mus'tabīna
Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas,
وَهَدَيْنَـٰهُمَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
wahadaynāhumā l-ṣirāṭa l-mus'taqīma
dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى ٱلْـَٔاخِرِينَ
wataraknā ʿalayhimā fī l-ākhirīna
Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَـٰمٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ
salāmun ʿalā mūsā wahārūna
"Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun."
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
innā kadhālika najzī l-muḥ'sinīna
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ
innahumā min ʿibādinā l-mu'minīna
Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ
wa-inna il'yāsa lamina l-mur'salīna
Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul.
إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ
idh qāla liqawmihi alā tattaqūna
(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
أَتَدْعُونَ بَعْلًۭا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ ٱلْخَـٰلِقِينَ
atadʿūna baʿlan watadharūna aḥsana l-khāliqīna
Patutkah kamu menyembah Ba'l 1 dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik Pencipta,
ٱللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ
al-laha rabbakum warabba ābāikumu l-awalīna
(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?"
فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
fakadhabūhu fa-innahum lamuḥ'ḍarūna
Tetapi mereka mendustakannya (Ilyas), maka sungguh, mereka akan diseret (ke neraka),
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ
illā ʿibāda l-lahi l-mukh'laṣīna
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْـَٔاخِرِينَ
wataraknā ʿalayhi fī l-ākhirīna
Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَـٰمٌ عَلَىٰٓ إِلْ يَاسِينَ
salāmun ʿalā il yāsīna
"selamat sejahtera bagi Ilyas."
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
innā kadhālika najzī l-muḥ'sinīna
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ
innahu min ʿibādinā l-mu'minīna
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِنَّ لُوطًۭا لَّمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ
wa-inna lūṭan lamina l-mur'salīna
Dan sungguh, Luṭ benar-benar termasuk salah seorang rasul.
إِذْ نَجَّيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ أَجْمَعِينَ
idh najjaynāhu wa-ahlahu ajmaʿīna
(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,
إِلَّا عَجُوزًۭا فِى ٱلْغَـٰبِرِينَ
illā ʿajūzan fī l-ghābirīna
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) bersama-sama orang yang tinggal (di kota).
ثُمَّ دَمَّرْنَا ٱلْـَٔاخَرِينَ
thumma dammarnā l-ākharīna
Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.1
وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِم مُّصْبِحِينَ
wa-innakum latamurrūna ʿalayhim muṣ'biḥīna
Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekkah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,
وَبِٱلَّيْلِ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
wabi-al-layli afalā taʿqilūna
dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti?
وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ
wa-inna yūnusa lamina l-mur'salīna
Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul,
إِذْ أَبَقَ إِلَى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ
idh abaqa ilā l-ful'ki l-mashḥūni
(ingatlah) ketika dia lari,1 ke kapal yang penuh muatan,
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُدْحَضِينَ
fasāhama fakāna mina l-mud'ḥaḍīna
kemudian dia ikut diundi1 ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).
فَٱلْتَقَمَهُ ٱلْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌۭ
fal-taqamahu l-ḥūtu wahuwa mulīmun
Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.1
فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ
falawlā annahu kāna mina l-musabiḥīna
Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah,
لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
lalabitha fī baṭnihi ilā yawmi yub'ʿathūna
niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai Hari Berbangkit.
۞ فَنَبَذْنَـٰهُ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٌۭ
fanabadhnāhu bil-ʿarāi wahuwa saqīmun
Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.
وَأَنۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةًۭ مِّن يَقْطِينٍۢ
wa-anbatnā ʿalayhi shajaratan min yaqṭīnin
Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.
وَأَرْسَلْنَـٰهُ إِلَىٰ مِا۟ئَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ
wa-arsalnāhu ilā mi-ati alfin aw yazīdūna
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih,
فَـَٔامَنُوا۟ فَمَتَّعْنَـٰهُمْ إِلَىٰ حِينٍۢ
faāmanū famattaʿnāhum ilā ḥīnin
sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
فَٱسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ ٱلْبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلْبَنُونَ
fa-is'taftihim alirabbika l-banātu walahumu l-banūna
Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekkah), "Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak laki-laki?1
أَمْ خَلَقْنَا ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ إِنَـٰثًۭا وَهُمْ شَـٰهِدُونَ
am khalaqnā l-malāikata ināthan wahum shāhidūna
atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?
أَلَآ إِنَّهُم مِّنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ
alā innahum min if'kihim layaqūlūna
Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,
وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ
walada l-lahu wa-innahum lakādhibūna
"Allah mempunyai anak." Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta,
أَصْطَفَى ٱلْبَنَاتِ عَلَى ٱلْبَنِينَ
aṣṭafā l-banāti ʿalā l-banīna
apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
mā lakum kayfa taḥkumūna
Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?
أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
afalā tadhakkarūna
Maka mengapa kamu tidak memikirkan?
أَمْ لَكُمْ سُلْطَـٰنٌۭ مُّبِينٌۭ
am lakum sul'ṭānun mubīnun
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
فَأْتُوا۟ بِكِتَـٰبِكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ
fatū bikitābikum in kuntum ṣādiqīna
(kalau begitu) maka bawalah kitabmu jika kamu orang yang benar.
وَجَعَلُوا۟ بَيْنَهُۥ وَبَيْنَ ٱلْجِنَّةِ نَسَبًۭا ۚ وَلَقَدْ عَلِمَتِ ٱلْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
wajaʿalū baynahu wabayna l-jinati nasaban walaqad ʿalimati l-jinatu innahum lamuḥ'ḍarūna
Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka),
سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
sub'ḥāna l-lahi ʿammā yaṣifūna
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ
illā ʿibāda l-lahi l-mukh'laṣīna
kecuali hamba-hamba Allah1 yang disucikan (dari dosa).
فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ
fa-innakum wamā taʿbudūna
Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu,
مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ بِفَـٰتِنِينَ
mā antum ʿalayhi bifātinīna
tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ ٱلْجَحِيمِ
illā man huwa ṣāli l-jaḥīmi
kecuali orang-orang yang akan masuk ke neraka Jahim.
وَمَا مِنَّآ إِلَّا لَهُۥ مَقَامٌۭ مَّعْلُومٌۭ
wamā minnā illā lahu maqāmun maʿlūmun
Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu,
وَإِنَّا لَنَحْنُ ٱلصَّآفُّونَ
wa-innā lanaḥnu l-ṣāfūna
dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).
وَإِنَّا لَنَحْنُ ٱلْمُسَبِّحُونَ
wa-innā lanaḥnu l-musabiḥūna
Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).
وَإِن كَانُوا۟ لَيَقُولُونَ
wa-in kānū layaqūlūna
Dan sesungguhnya mereka (orang kafir Mekkah) benar-benar pernah berkata,
لَوْ أَنَّ عِندَنَا ذِكْرًۭا مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ
law anna ʿindanā dhik'ran mina l-awalīna
"Sekiranya di sisi kami ada suatu kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,
لَكُنَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ
lakunnā ʿibāda l-lahi l-mukh'laṣīna
tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan (dari dosa)."
فَكَفَرُوا۟ بِهِۦ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
fakafarū bihi fasawfa yaʿlamūna
Tetapi ternyata mereka mengingkarinya (Alquran); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).
وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلْمُرْسَلِينَ
walaqad sabaqat kalimatunā liʿibādinā l-mur'salīna
Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
إِنَّهُمْ لَهُمُ ٱلْمَنصُورُونَ
innahum lahumu l-manṣūrūna
(yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan.
وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلْغَـٰلِبُونَ
wa-inna jundanā lahumu l-ghālibūna
Dan sesungguhnya bala tentara Kami1 itulah yang pasti menang.
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍۢ
fatawalla ʿanhum ḥattā ḥīnin
Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu,1
وَأَبْصِرْهُمْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ
wa-abṣir'hum fasawfa yub'ṣirūna
dan perlihatkanlah kepada mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ
afabiʿadhābinā yastaʿjilūna
Maka apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?
فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلْمُنذَرِينَ
fa-idhā nazala bisāḥatihim fasāa ṣabāḥu l-mundharīna
Maka apabila (siksaan) itu turun di halaman mereka, maka sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan.1
وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍۢ
watawalla ʿanhum ḥattā ḥīnin
Dan berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu.
وَأَبْصِرْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ
wa-abṣir fasawfa yub'ṣirūna
Dan perlihatkanlah, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
سُبْحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ
sub'ḥāna rabbika rabbi l-ʿizati ʿammā yaṣifūna
Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan.
وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ
wasalāmun ʿalā l-mur'salīna
Dan selamat sejahtera bagi para rasul.
وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
wal-ḥamdu lillahi rabbi l-ʿālamīna
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.