الحجر
Al-Hijr
The Rocky Tract
الٓر ۚ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ وَقُرْءَانٍۢ مُّبِينٍۢ
alif-lam-ra til'ka āyātu l-kitābi waqur'ānin mubīnin
Alif Lām Rā`. (Surah) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Alquran yang memberi penjelasan.
رُّبَمَا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْ كَانُوا۟ مُسْلِمِينَ
rubamā yawaddu alladhīna kafarū law kānū mus'limīna
Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang muslim.
ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا۟ وَيَتَمَتَّعُوا۟ وَيُلْهِهِمُ ٱلْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
dharhum yakulū wayatamattaʿū wayul'hihimu l-amalu fasawfa yaʿlamūna
Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
وَمَآ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٌۭ مَّعْلُومٌۭ
wamā ahlaknā min qaryatin illā walahā kitābun maʿlūmun
Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, melainkan sudah ada ketentuan yang di tetapkan baginya.
مَّا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ
mā tasbiqu min ummatin ajalahā wamā yastakhirūna
Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat meminta penundaan(nya).
وَقَالُوا۟ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِى نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌۭ
waqālū yāayyuhā alladhī nuzzila ʿalayhi l-dhik'ru innaka lamajnūnun
Dan mereka berkata, "Wahai orang yang kepadanya diturunkan Alquran, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar orang yang gila.1
لَّوْ مَا تَأْتِينَا بِٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ
law mā tatīnā bil-malāikati in kunta mina l-ṣādiqīna
Mengapa engkau tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika engkau termasuk orang yang benar?"
مَا نُنَزِّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَمَا كَانُوٓا۟ إِذًۭا مُّنظَرِينَ
mā nunazzilu l-malāikata illā bil-ḥaqi wamā kānū idhan munẓarīna
Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan kebenaran (untuk membawa azab) dan mereka ketika itu tidak diberi penangguhan.
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ
innā naḥnu nazzalnā l-dhik'ra wa-innā lahu laḥāfiẓūna
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.1
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِى شِيَعِ ٱلْأَوَّلِينَ
walaqad arsalnā min qablika fī shiyaʿi l-awalīna
Dan sungguh, Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum engkau (Muhammad) kepada umat-umat terdahulu.
وَمَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
wamā yatīhim min rasūlin illā kānū bihi yastahziūna
Dan setiap kali seorang rasul datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokannya.
كَذَٰلِكَ نَسْلُكُهُۥ فِى قُلُوبِ ٱلْمُجْرِمِينَ
kadhālika naslukuhu fī qulūbi l-muj'rimīna
Demikianlah, Kami memasukkannya (olok-olok itu) ke dalam hati orang yang berdosa,
لَا يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ ٱلْأَوَّلِينَ
lā yu'minūna bihi waqad khalat sunnatu l-awalīna
mereka tidak beriman kepadanya (Alquran) padahal telah berlalu sunnatullah1 terhadap orang-orang terdahulu.
وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فَظَلُّوا۟ فِيهِ يَعْرُجُونَ
walaw fataḥnā ʿalayhim bāban mina l-samāi faẓallū fīhi yaʿrujūna
Dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,
لَقَالُوٓا۟ إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَـٰرُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌۭ مَّسْحُورُونَ
laqālū innamā sukkirat abṣārunā bal naḥnu qawmun masḥūrūna
tentulah mereka berkata, "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir."
وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًۭا وَزَيَّنَّـٰهَا لِلنَّـٰظِرِينَ
walaqad jaʿalnā fī l-samāi burūjan wazayyannāhā lilnnāẓirīna
Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan menjadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya),
وَحَفِظْنَـٰهَا مِن كُلِّ شَيْطَـٰنٍۢ رَّجِيمٍ
waḥafiẓ'nāhā min kulli shayṭānin rajīmin
dan Kami menjaganya dari setiap (gangguan) setan yang terkutuk,
إِلَّا مَنِ ٱسْتَرَقَ ٱلسَّمْعَ فَأَتْبَعَهُۥ شِهَابٌۭ مُّبِينٌۭ
illā mani is'taraqa l-samʿa fa-atbaʿahu shihābun mubīnun
kecuali (setan) yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dikejar oleh semburan api yang terang.
وَٱلْأَرْضَ مَدَدْنَـٰهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَىْءٍۢ مَّوْزُونٍۢ
wal-arḍa madadnāhā wa-alqaynā fīhā rawāsiya wa-anbatnā fīhā min kulli shayin mawzūnin
Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran.
وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَـٰيِشَ وَمَن لَّسْتُمْ لَهُۥ بِرَٰزِقِينَ
wajaʿalnā lakum fīhā maʿāyisha waman lastum lahu birāziqīna
Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya.
وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَآئِنُهُۥ وَمَا نُنَزِّلُهُۥٓ إِلَّا بِقَدَرٍۢ مَّعْلُومٍۢ
wa-in min shayin illā ʿindanā khazāinuhu wamā nunazziluhu illā biqadarin maʿlūmin
Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya;1 Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.
وَأَرْسَلْنَا ٱلرِّيَـٰحَ لَوَٰقِحَ فَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَسْقَيْنَـٰكُمُوهُ وَمَآ أَنتُمْ لَهُۥ بِخَـٰزِنِينَ
wa-arsalnā l-riyāḥa lawāqiḥa fa-anzalnā mina l-samāi māan fa-asqaynākumūhu wamā antum lahu bikhāzinīna
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan1 dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.
وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْىِۦ وَنُمِيتُ وَنَحْنُ ٱلْوَٰرِثُونَ
wa-innā lanaḥnu nuḥ'yī wanumītu wanaḥnu l-wārithūna
Dan sungguh, Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.
وَلَقَدْ عَلِمْنَا ٱلْمُسْتَقْدِمِينَ مِنكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا ٱلْمُسْتَـْٔخِرِينَ
walaqad ʿalim'nā l-mus'taqdimīna minkum walaqad ʿalim'nā l-mus'takhirīna
Dan sungguh, Kami mengetahui orang yang terdahulu sebelum kamu dan Kami mengetahui pula orang yang terkemudian.
وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ ۚ إِنَّهُۥ حَكِيمٌ عَلِيمٌۭ
wa-inna rabbaka huwa yaḥshuruhum innahu ḥakīmun ʿalīmun
Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang akan mengumpulkan mereka. Sungguh, Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن صَلْصَـٰلٍۢ مِّنْ حَمَإٍۢ مَّسْنُونٍۢ
walaqad khalaqnā l-insāna min ṣalṣālin min ḥama-in masnūnin
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
وَٱلْجَآنَّ خَلَقْنَـٰهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ
wal-jāna khalaqnāhu min qablu min nāri l-samūmi
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى خَـٰلِقٌۢ بَشَرًۭا مِّن صَلْصَـٰلٍۢ مِّنْ حَمَإٍۢ مَّسْنُونٍۢ
wa-idh qāla rabbuka lil'malāikati innī khāliqun basharan min ṣalṣālin min ḥama-in masnūnin
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَـٰجِدِينَ
fa-idhā sawwaytuhu wanafakhtu fīhi min rūḥī faqaʿū lahu sājidīna
Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.1
فَسَجَدَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ
fasajada l-malāikatu kulluhum ajmaʿūna
Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,
إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰٓ أَن يَكُونَ مَعَ ٱلسَّـٰجِدِينَ
illā ib'līsa abā an yakūna maʿa l-sājidīna
kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.
قَالَ يَـٰٓإِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ ٱلسَّـٰجِدِينَ
qāla yāib'līsu mā laka allā takūna maʿa l-sājidīna
Dia (Allah) berfirman, "Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?"
قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُۥ مِن صَلْصَـٰلٍۢ مِّنْ حَمَإٍۢ مَّسْنُونٍۢ
qāla lam akun li-asjuda libasharin khalaqtahu min ṣalṣālin min ḥama-in masnūnin
Ia (Iblis) berkata, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk."
قَالَ فَٱخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌۭ
qāla fa-ukh'ruj min'hā fa-innaka rajīmun
Dia (Allah) berfirman, "(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,
وَإِنَّ عَلَيْكَ ٱللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ
wa-inna ʿalayka l-laʿnata ilā yawmi l-dīni
dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat."
قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
qāla rabbi fa-anẓir'nī ilā yawmi yub'ʿathūna
Ia (Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan."
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلْمُنظَرِينَ
qāla fa-innaka mina l-munẓarīna
Allah berfirman, "(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan,
إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْوَقْتِ ٱلْمَعْلُومِ
ilā yawmi l-waqti l-maʿlūmi
sampai hari yang telah ditentukan (Kiamat)."
قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
qāla rabbi bimā aghwaytanī la-uzayyinanna lahum fī l-arḍi wala-ugh'wiyannahum ajmaʿīna
Ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) tampak indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ ٱلْمُخْلَصِينَ
illā ʿibādaka min'humu l-mukh'laṣīna
kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."
قَالَ هَـٰذَا صِرَٰطٌ عَلَىَّ مُسْتَقِيمٌ
qāla hādhā ṣirāṭun ʿalayya mus'taqīmun
Dia (Allah) berfirman, "Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku."
إِنَّ عِبَادِى لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَـٰنٌ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ
inna ʿibādī laysa laka ʿalayhim sul'ṭānun illā mani ittabaʿaka mina l-ghāwīna
Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ
wa-inna jahannama lamawʿiduhum ajmaʿīna
Dan sungguh, Jahanam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semuanya,
لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَٰبٍۢ لِّكُلِّ بَابٍۢ مِّنْهُمْ جُزْءٌۭ مَّقْسُومٌ
lahā sabʿatu abwābin likulli bābin min'hum juz'on maqsūmun
(Jahanam) itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka.
إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍ
inna l-mutaqīna fī jannātin waʿuyūnin
Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air (yang mengalir).
ٱدْخُلُوهَا بِسَلَـٰمٍ ءَامِنِينَ
ud'khulūhā bisalāmin āminīna
(Allah berfirman), "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman."
وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٍۢ مُّتَقَـٰبِلِينَ
wanazaʿnā mā fī ṣudūrihim min ghillin ikh'wānan ʿalā sururin mutaqābilīna
Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌۭ وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ
lā yamassuhum fīhā naṣabun wamā hum min'hā bimukh'rajīna
Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.
۞ نَبِّئْ عِبَادِىٓ أَنِّىٓ أَنَا ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
nabbi ʿibādī annī anā l-ghafūru l-raḥīmu
Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang,
وَأَنَّ عَذَابِى هُوَ ٱلْعَذَابُ ٱلْأَلِيمُ
wa-anna ʿadhābī huwa l-ʿadhābu l-alīmu
dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.
وَنَبِّئْهُمْ عَن ضَيْفِ إِبْرَٰهِيمَ
wanabbi'hum ʿan ḍayfi ib'rāhīma
Dan kabarkanlah (Muhammad) kepada mereka tentang tamu Ibrahim (malaikat).
إِذْ دَخَلُوا۟ عَلَيْهِ فَقَالُوا۟ سَلَـٰمًۭا قَالَ إِنَّا مِنكُمْ وَجِلُونَ
idh dakhalū ʿalayhi faqālū salāman qāla innā minkum wajilūna
Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, "Salām." Dia (Ibrahim) berkata, "kami benar-benar merasa takut kepadamu."
قَالُوا۟ لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَـٰمٍ عَلِيمٍۢ
qālū lā tawjal innā nubashiruka bighulāmin ʿalīmin
(Mereka) berkata, "Janganlah engkau merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang pandai (Ishak)."
قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِى عَلَىٰٓ أَن مَّسَّنِىَ ٱلْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ
qāla abashartumūnī ʿalā an massaniya l-kibaru fabima tubashirūna
Dia (Ibrahim) berkata, "Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, lalu (dengan cara) bagaimana kamu memberi (kabar gembira) tersebut?"
قَالُوا۟ بَشَّرْنَـٰكَ بِٱلْحَقِّ فَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْقَـٰنِطِينَ
qālū basharnāka bil-ḥaqi falā takun mina l-qāniṭīna
(Mereka) menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa!"
قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ
qāla waman yaqnaṭu min raḥmati rabbihi illā l-ḍālūna
Dia (Ibrahim) berkata, "Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat."
قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا ٱلْمُرْسَلُونَ
qāla famā khaṭbukum ayyuhā l-mur'salūna
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah perkara pentingmu, wahai para utusan?"
قَالُوٓا۟ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمٍۢ مُّجْرِمِينَ
qālū innā ur'sil'nā ilā qawmin muj'rimīna
(Mereka) menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa,
إِلَّآ ءَالَ لُوطٍ إِنَّا لَمُنَجُّوهُمْ أَجْمَعِينَ
illā āla lūṭin innā lamunajjūhum ajmaʿīna
kecuali para pengikut Luṭ. Sesungguhnya kami pasti menyelamatkan mereka semuanya,
إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ قَدَّرْنَآ ۙ إِنَّهَا لَمِنَ ٱلْغَـٰبِرِينَ
illā im'ra-atahu qaddarnā innahā lamina l-ghābirīna
kecuali istrinya, kami telah menentukan, bahwa dia termasuk orang yang tertinggal (bersama orang kafir lainnya)."
فَلَمَّا جَآءَ ءَالَ لُوطٍ ٱلْمُرْسَلُونَ
falammā jāa āla lūṭin l-mur'salūna
Maka ketika utusan itu datang kepada para pengikut Luṭ,
قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌۭ مُّنكَرُونَ
qāla innakum qawmun munkarūna
dia (Luṭ) berkata, "Sesungguhnya kamu orang yang tidak kami kenal."
قَالُوا۟ بَلْ جِئْنَـٰكَ بِمَا كَانُوا۟ فِيهِ يَمْتَرُونَ
qālū bal ji'nāka bimā kānū fīhi yamtarūna
(Para utusan) menjawab, "Sebenarnya kami ini datang kepadamu membawa azab yang selalu mereka dustakan.
وَأَتَيْنَـٰكَ بِٱلْحَقِّ وَإِنَّا لَصَـٰدِقُونَ
wa-ataynāka bil-ḥaqi wa-innā laṣādiqūna
Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sungguh, kami orang yang benar.
فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍۢ مِّنَ ٱلَّيْلِ وَٱتَّبِعْ أَدْبَـٰرَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌۭ وَٱمْضُوا۟ حَيْثُ تُؤْمَرُونَ
fa-asri bi-ahlika biqiṭ'ʿin mina al-layli wa-ittabiʿ adbārahum walā yaltafit minkum aḥadun wa-im'ḍū ḥaythu tu'marūna
Maka pergilah kamu pada akhir malam beserta keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang! Jangan ada di antara kamu yang menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu."
وَقَضَيْنَآ إِلَيْهِ ذَٰلِكَ ٱلْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَـٰٓؤُلَآءِ مَقْطُوعٌۭ مُّصْبِحِينَ
waqaḍaynā ilayhi dhālika l-amra anna dābira hāulāi maqṭūʿun muṣ'biḥīna
Dan telah Kami tetapkan kepadanya (Luṭ) keputusan itu, bahwa akhirnya mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh.
وَجَآءَ أَهْلُ ٱلْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ
wajāa ahlu l-madīnati yastabshirūna
Dan datanglah penduduk kota itu1 (ke rumah Luṭ) dengan gembira (karena kedatangan tamu itu).
قَالَ إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ ضَيْفِى فَلَا تَفْضَحُونِ
qāla inna hāulāi ḍayfī falā tafḍaḥūni
Dia (Luṭ) berkata, "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka jangan kamu mempermalukan aku,
وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ
wa-ittaqū l-laha walā tukh'zūni
dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina!"
قَالُوٓا۟ أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ
qālū awalam nanhaka ʿani l-ʿālamīna
(Mereka) berkata, "Bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?"1
قَالَ هَـٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِىٓ إِن كُنتُمْ فَـٰعِلِينَ
qāla hāulāi banātī in kuntum fāʿilīna
Dia (Luṭ) berkata, "Mereka itulah putri-putri (negeri)ku (nikahlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat."
لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِى سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ
laʿamruka innahum lafī sakratihim yaʿmahūna
(Allah berfirman), "Demi umurmu1 (Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)."
فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ
fa-akhadhathumu l-ṣayḥatu mush'riqīna
Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit,
فَجَعَلْنَا عَـٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةًۭ مِّن سِجِّيلٍ
fajaʿalnā ʿāliyahā sāfilahā wa-amṭarnā ʿalayhim ḥijāratan min sijjīlin
maka Kami jungkirbalikan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّلْمُتَوَسِّمِينَ
inna fī dhālika laāyātin lil'mutawassimīna
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda,
وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍۢ مُّقِيمٍ
wa-innahā labisabīlin muqīmin
dan sungguh, (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّلْمُؤْمِنِينَ
inna fī dhālika laāyatan lil'mu'minīna
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman.
وَإِن كَانَ أَصْحَـٰبُ ٱلْأَيْكَةِ لَظَـٰلِمِينَ
wa-in kāna aṣḥābu l-aykati laẓālimīna
Dan sesungguhnya penduduk Aikah1 itu benar-benar kaum yang zalim,
فَٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ وَإِنَّهُمَا لَبِإِمَامٍۢ مُّبِينٍۢ
fa-intaqamnā min'hum wa-innahumā labi-imāmin mubīnin
maka Kami membinasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua (negeri)1 itu terletak di satu jalur jalan raya.
وَلَقَدْ كَذَّبَ أَصْحَـٰبُ ٱلْحِجْرِ ٱلْمُرْسَلِينَ
walaqad kadhaba aṣḥābu l-ḥij'ri l-mur'salīna
Dan sesungguhnya penduduk negeri Hijr1 benar-benar telah mendustakan para rasul (mereka),2
وَءَاتَيْنَـٰهُمْ ءَايَـٰتِنَا فَكَانُوا۟ عَنْهَا مُعْرِضِينَ
waātaynāhum āyātinā fakānū ʿanhā muʿ'riḍīna
dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya,
وَكَانُوا۟ يَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا ءَامِنِينَ
wakānū yanḥitūna mina l-jibāli buyūtan āminīna
dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung batu, (yang didiami) dengan rasa aman.
فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ مُصْبِحِينَ
fa-akhadhathumu l-ṣayḥatu muṣ'biḥīna
Kemudian mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur pada pagi hari,1
فَمَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
famā aghnā ʿanhum mā kānū yaksibūna
sehingga tidak berguna bagi mereka, apa yang telah mereka usahakan.
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۗ وَإِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَـَٔاتِيَةٌۭ ۖ فَٱصْفَحِ ٱلصَّفْحَ ٱلْجَمِيلَ
wamā khalaqnā l-samāwāti wal-arḍa wamā baynahumā illā bil-ḥaqi wa-inna l-sāʿata laātiyatun fa-iṣ'faḥi l-ṣafḥa l-jamīla
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh, Kiamat pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلْخَلَّـٰقُ ٱلْعَلِيمُ
inna rabbaka huwa l-khalāqu l-ʿalīmu
Sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui.
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَـٰكَ سَبْعًۭا مِّنَ ٱلْمَثَانِى وَٱلْقُرْءَانَ ٱلْعَظِيمَ
walaqad ātaynāka sabʿan mina l-mathānī wal-qur'āna l-ʿaẓīma
Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang1 dan Alquran yang agung.
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًۭا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
lā tamuddanna ʿaynayka ilā mā mattaʿnā bihi azwājan min'hum walā taḥzan ʿalayhim wa-ikh'fiḍ janāḥaka lil'mu'minīna
Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.
وَقُلْ إِنِّىٓ أَنَا ٱلنَّذِيرُ ٱلْمُبِينُ
waqul innī anā l-nadhīru l-mubīnu
Dan katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas."
كَمَآ أَنزَلْنَا عَلَى ٱلْمُقْتَسِمِينَ
kamā anzalnā ʿalā l-muq'tasimīna
Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang yang memilah-milah (Kitab Allah),1
ٱلَّذِينَ جَعَلُوا۟ ٱلْقُرْءَانَ عِضِينَ
alladhīna jaʿalū l-qur'āna ʿiḍīna
(Yaitu) orang-orang1 yang telah menjadikan Alquran itu terbagi-bagi.
فَوَرَبِّكَ لَنَسْـَٔلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
fawarabbika lanasalannahum ajmaʿīna
Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,
عَمَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
ʿammā kānū yaʿmalūna
tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.
فَٱصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ
fa-iṣ'daʿ bimā tu'maru wa-aʿriḍ ʿani l-mush'rikīna
Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.
إِنَّا كَفَيْنَـٰكَ ٱلْمُسْتَهْزِءِينَ
innā kafaynāka l-mus'tahziīna
Sesungguhnya Kami memelihara engkau (Muhammad) dari (kejahatan) orang yang memperolok-olokkan (engkau),
ٱلَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
alladhīna yajʿalūna maʿa l-lahi ilāhan ākhara fasawfa yaʿlamūna
(yaitu) orang yang menganggap adanya tuhan selain Allah; mereka kelak akan mengetahui (akibatnya).
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ
walaqad naʿlamu annaka yaḍīqu ṣadruka bimā yaqūlūna
Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan,
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ ٱلسَّـٰجِدِينَ
fasabbiḥ biḥamdi rabbika wakun mina l-sājidīna
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (salat),
وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ
wa-uʿ'bud rabbaka ḥattā yatiyaka l-yaqīnu
dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.